0274 896 273 sma1cangkringan@gmail.com
Sekolah Berbasis Budaya upaya mengurangi klitih

Sekolah Berbasis Budaya upaya mengurangi klitih

Dialog interatif yang mengambil tema sekolah berbasis budaya upaya mengurangi klitih, dengan audensi anak anak sekolah menengah pertama, guru serta orang tua murid  ini bertujuan sosialisasi  supaya orang tua, sekolah  dengang  narasumber dari Dinas pendidikan  dan olahraga DIY , Dinas Pendidikan Pemuda dan Olagraga Kabupaten,Bantul, Kapolsek Banguntapan dan Camat Banguntapan ini merupakan wahana peretemuan untuk sama sama saling mengawasi  puta putrinya dalam aktifitas sehari harinya. Dan dialog dilaksanakan sabtu ( 01/04) di Halaman SMP 2 Banguntapan.

Mengawali pembicaraan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Bantul Drs.Totok Sudarto.M.Pd menjelaskan bahwa klitih itu apabila di lihat dari segi posistipnya bahwa seseorang kesana kemari mencari sesuatu , missal mau ngrokok korek lupa naruhnya, cari sana sini ini juga disebut klitih, Namun perkembangan saat ini klitih menjadi gang motor, ditambah membuat onar. Siapa yang salah, orang tua, sekolah atau siapa…? Mari kita mencari solusi bdersama.

Sementara dari Disdikpora DIY Kepala Bidang Luas Biasa Bapak Didik Wardaya, M.Pd., M.M menjelaskan mengenai Pergub tentang sekolah berbasis budaya sudah ada , dan yang ditekan pada pergub tersebut adalah budaya karakter, jadi dalam pembentukan karakter anak itu juga dimulai dari rumah  harus   ditanamkan budaya sopan santun, sehingga karakter anak akan terbentuk sejalan pertumbuhannya, Dalam membertuk karakter anak memang saling sinerginitas antara orang tua, sekolah maupun pemerintah. Misal disekolah dilarang merokok tetapi dirumah malah dibelikan rokok, ini yang kurang sinergi. Dengan kerterpaduan dalam membentuk karakter anak kemungkinan akan mengurangi kegiatan klitih.

Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno.SH  mengatakan bahwa penomena saat ini memang memerlukan perhatian kita dan membuat kita sebagai orang tua harus ekstra memperhatikan anak kita dalam pergaulannya, walaupun kepolisian telah membuat MoU bersinergi dalam segala kegiatan sosial disekolah mulai dari TK hingga SMA apabila kita  tidak bersatu padu untuk mengarahkan anak kita ke jalan yang benar, jangan anak SMP dibelikan motor, sementara usia buat sim belum bisa, belum lagi buat gang diluar rumah, ini yang perlu kita antisipasi munculkan klitih, kepolisian akan menindak anak sekolah, pertama yang berseragram waktu jam sekolah  keluruan, naik motor khusus untuk anak yang belum punya sim. Apalagi membuat onar.!!! Kapolsek Banguntapan mengajak guru, orang tua , murid smp jangan naik motor bila belum punya sim, jangan kluyuran apabila tidak ada tujuan, lebih baik di isi dengan kegiatan positip mungkin ini salah satu kiat mengurangi klitih.

Camat Banguntapan harapnnya sekolah yang ada diwilayah banguntapan ini saling sinergi untuk mengurangi kegiatan anak kita yang kurang penting, mungkin di rumah dalam keluarga ada pembinaan agama, sekolah pembelajaran, pemerintah perhatian, apabila kita sama sama guyup rukun untuk mengurangi klitih hal tersebut akan bisa terlaksana.

Robeka dari smp 2 banguntapan menanyakan mendengar kemarin pelaku klitih adalah anak smp bagaiman pihak kepolisian dalam menanganinya ? Kapolsek Banguntapan menjelaskan setiap saat kepolisian melakukan rahasia bagi yang membawa senjata tajam akan dibina dan jika pelakunya anak dibawah umur 17 tahun orang tua dipanggil, jika masih sekolah pihak sekolah juga dipanggil untuk diberi pembinaan jangan diulangi lagi karena apabila terulang lagi beda hukumnnya , namun bagi siapapun yang membuat onar dengan mencelakaan   orang lain walaupun itu masih dibawah umur, atau anak SMP tetap diproses hukum, makanya untuk anak  anak jangan berbuat melanggar hukum yang rugi kita juga oratua kita.

Drs Totok menambahkan orang tua itu jangan selalu menyalahkan sekolah anak bodoh sekolah yang salah, suruh bayar sekolah juga disalahkan, marilah kita sama sama membangun generasi muda ini tidak saling menyalahkan akan tetapi saling mendukung dan saling mengawasi anak anak diluar sekolah untuk orang tua. Pembinaan edukasi tetap dilakukan oleh instansi terkait apabila anak dibawah umur mendapat masalah hukum, namun jangan terus disepelekan. Marilah kita dorong anak anak kita dengan mengisi kegiatan positip baik disaat libur sekolah maupun pulang sekolah supaya kegiatan klitih bisa hilang di daerah Yogyakarta Istimewa ini.

Sumber : http://www.pendidikan-diy.go.id/dinas_v4/?view=v_berita&id_sub=4333

Read More »
Gunakan Teknologi untuk Mendukung Proses Pembelajaran

Gunakan Teknologi untuk Mendukung Proses Pembelajaran

Jakarta, Kemendikbud — Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan lokakarya bertemakan teknologi dan pendidikan, “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology”. Lokakarya ini mengangkat tema tentang penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.

Lokakarya  “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology” menghadirkan Rushton Hurley, instruktur terkemuka dari nextvista.org yang menjabarkan mengenai pendidikan dengan menggunakan teknologi. Hurley menjelaskan bagaimana sikap dan tindakan seorang pengajar dalam menghadapi kemunculan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

“Gunakan teknologi sebagai sarana dan bukan sebagai tujuan. Karena dalam belajar mengajar itu memerlukan perubahan, artinya bahwa selalu ada tempat untuk berkembang. Tidak hanya berubah karena tuntutan saja,” kata Hurley di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/8/2016). Materi yang disampaikan oleh Hurley selengkapnya dapat diakses di laman: tinyurl.com/indonesia16.

Lokakarya semacam ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Balitbang Kemendikbud dalam rangka menjalin hubungan baik dengan berbagai institusi pendidikan bertaraf global. “Acara semacam ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi mengenai pendidikan dari segi global, mencoba berbagi permasalahan yang dihadapi dan mencoba mencari solusinya bersama,” terang Nizam, pelaksana tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.

Lokakarya “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology” diselenggarakan bekerja sama dengan Foothill & De Anza Colleges California. Vinita Bali, Dekan International Students at Foothill-De Anza Colleges, menawarkan hubungan baik dengan pemerintah Indonesia dalam hal mengajar dengan menggunakan teknologi, seperti yang Foothill & De Anza Colleges lakukan selama ini.

Dalam lokakarya tersebut, Direktur Eksekutif KCI (Krause Center for Information), Gay Krause Executive Director  juga menyatakan hal sama dengan Vinita Bali. “Dengan senang hati KCI of Foot College akan berbagi praktik terbaiknya dengan guru Indonesia mengenai pengintegrasian teknologi untuk mengubah belajar mengajar yang fundamental,” katanya.

Lokakarya dihadiri oleh perwakilan dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Nenden, guru Bahasa Inggris di SMPN 3 Tangerang Selatan, menjadi salah satu peserta lokakarya. Ia mengatakan, dengan mengikuti lokakarya ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan motivasinya untuk mengajar lebih baik lagi. Dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris kepada peserta didiknya, ia juga telah memanfaatkan teknologi informasi, misalnya dengan menggunakan laptop dan infokus. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat mempermudah proses pembelajaran dan membuat siswa lebih fokus.

“Tapi memang harus ada persiapan. Misalnya mengunduh materi pembelajaran, seperti gambar, video, atau audio. Jadi guru harus bisa meluangkan waktu supaya tepat sasaran untuk peserta didik di tiap tingkatan. Misalnya untuk kelas 7 beda dengan kelas 8, “katanya.

Read More »
Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang hari pertama sekolah TA 2016/2017

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang hari pertama sekolah TA 2016/2017

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Selamat datang kembali di sekolah. Hari ini kita mengawali kembali tahun ajaran baru dengan semangat baru. Bagi siswa, hari ini adalah hari pertama di sekolah baru atau di kelas baru. Bagi sebagian guru, hari ini pun adalah hari pertama bertugas di kelas baru dan akan bertemu dengan murid murid yang baru.

Kebaruan semangat ini mari kita gunakan untuk terus menumbuhkan lingkungan dan suasana sekolah yang menantang sekaligus menyenangkan. Mari kita kembangkan budaya sekolah yang menumbuhkan kemampuan utuh setiap siswa. Tak hanya pada aspek akademik dan literasi dasar, namun juga perhatian pada aspek nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya, serta aspek kepemimpinan, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, berkreasi dan bekerja sama. Anak-anak Indonesia akan berhadapan
dengan tantangan yang berbeda dari generasi gurunya, maka anak-anak Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan kemampuan yang relevan dengan tantangan jamannya.

Tak kalah pentingnya dari sekolah yang menyenangkan, mari kita semua bertekad menumbuhkan lingkungan sekolah yang aman dan sehat. Kini mari kita perbarui tekad kita untuk saling menjaga sesama warga sekolah dan menolak tegas segala jenis bentuk kekerasan di sekolah.

Penumbuhan lingkungan dan suasana sekolah yang menyenangkan juga membutuhkan pelibatan orangtua dan masyarakat. Hari ini begitu banyak orangtua dan wali telah ikut mengantar buah hatinya ke sekolah, menitipkan harapan besar pada Ibu dan Bapak guru yang sebagian harus berkorban hari ini untuk menyambut mereka alih-alih mengantar anak Ibu dan Bapak guru sendiri. Mari kita ucapkan terima kasih dan beri apresiasi untuk Ibu dan Bapak semua.

Hubungan hangat yang istimewa ini jangan hanya terjalin di Hari Pertama Sekolah, namun jalinan komunikasi perlu terus terjaga selama setahun ke depan. Karena seperti telah kita rasakan hari ini di seluruh penjuru Nusantara, saat kita bergandengan dan bergerak bersama, terwujudnya lingkungan pendidikan yang menyenangkan bukanlah sekadar mimpi tapi sebuah kenyataan.

Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!
Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Read More »